- Written by: Redaktur
JAKARTA (Berita Dewan) Wakil Ketua MPR Lukman Hakim Saifuddin mendesak aparat keamanan khususnya TNI dan Polri secepatnya memberikan penjelasan secara terbuka atas isu adanya kudeta kepada Pemerintahan SBY agar tidak meresahkan masyarakat.
Kepada pers Lukman Hakim mengatakan bahwa isu akan adanya kudeta yang muncul belakangan ini harus secepatnya direspons TNI dan Polri secara gamblang kepada masyarakat sehingga tidak menimbulkan keresahan baru di masyarakat.
“Kudeta terhadap pemerintahan yang sah itu hanya bisa dilakukan oleh gerakan kekuatan rakyat yang massif (people power) atau gerakan kekuatan bersenjata. Sementara saya tak melihat adanya kekuatan rakyat yang begitu besar dan menyeluruh yang akan menggulingkan pemerintahan ini,” kata Lukman yang juga politisi PPP itu.
Kalaupun ada satu-dua kalangan di masyarakat yang merasa tidak puas dan berdemonstrasi mengkritik keras, hal itu seharusnya dianggap biasa di era demokrasi saat ini. Sementara untuk ancaman terjadinya kudeta, maka tanpa dukungan mayoritas rakyat, aksi-aksi seperti itu takkan akibatkan kudeta.
“Tinggal kini, apakah TNI dan Polri sebagai kekuatan bersenjata akan lakukan kudeta ?. Tapi saya haqqul-yakin 1000 persen bahwa hal itu amat tak mungkin,” kata Lukman.
Meskipun demikian masyarakat luas perlu diyakinkan. Kalau masyarakat umumnya tak merasa adanya gerakan people-power, maka berkembangnya isu-isu terkait kudeta akan kian menimbulkan dugaan spekulatif bahwa hal itu datangnya dari kekuatan bersenjata. Dugaan-dugaan tak berdasar di tengah masyarakat menyangkut isu kudeta harus cepat disikapi oleh kedua alat negara bersenjata itu. (And)
Published on Mar 21 2013
- Written by: Redaktur
MAKASSAR, KOMPAS.com - Majelis Permusyawaratan Rakyat mengajak mahasiswa berbagai perguruan tinggi untuk menanamkan nilai-nilai luhur yang ditanamkan para pendahulu dengan melakukan sosialisasi Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara yaitu Pancasila, UUD NKRI 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI.
"Sengaja kami ajak para mahasiswa dalam sosialisasi ini karena dari bangku kuliah nilai-nilai keluhuran itu akan dibangun dan mahasiswa menjadi pintu perubahan untuk masa depan yang lebih baik lagi," kata Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Lukman Hakim Saifuddin di Makassar, Minggu (10/3/2013).
Sosialisasi yang dilaksanakan di Hotel Clarion Makassar itu menghadirkan perwakilan mahasiswa dari berbagai kampus di Makassar dengan mengemas sosialisasi dalam bentuk "outbound".
Ia mengatakan, dalam sosialisasi itu sengaja memilih mahasiswa karena dari bangku kuliah itu akan tercipta tatanan kepemimpinan yang lebih baik jika sejak dini diajarkan mengenai pentingnya nilai-nilai kebangsaan.
"Kami mencoba mengembangkan kepemimpinan, komunikasi dan kemitraan mahasiswa. Di dalamnya kami isi dengan nilai-nilai empat pilar sehingga mereka bisa memahami betul apa sesungguhnya nilai-nilai bangsa yang menjadi keutuhan bangsa ini," katanya.
Diungkapkannya, bangsa Indonesia memiliki kumpulan nilai-nilai luhur yang harus dipahami oleh seluruh masyarakat dan menjadi panduan dalam kehidupan ketatanegaraan untuk mewujudkan bangsa dan negara yang adil, makmur, sejahtera, dan bermartabat. Hal inilah yang disebut sebagai empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara.
"Pemilihan nilai-nilai empat pilar tidak lain adalah untuk mengingatkan kembali kepada seluruh komponen bangsa agar pelaksanaan dan penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara terus dijalankan dengan tetap mengacu kepada tujuan negara yang dicita-citakan, serta bersatu padu mengisi pembangunan agar bangsa ini lebih maju dan sejahtera," ucapnya.
Ia menambahkan pihaknya dalam hal ini, MPR, sebagai penjelmaan seluruh rakyat Indonesia, memiliki tanggung jawab untuk mengukuhkan nilai-nilai fundamental kehidupan berbangsa dan bernegara, sesuai dengan mandat konstitusional yang diembannya.
Salah satu upaya yang dilakukan MPR adalah dengan melaksanakan tugas memberikan pemahaman nilai-nilai luhur bangsa tersebut. Upaya ini dikenal dengan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara.
"Kegiatan sosialisasi sangat penting karena saat ini masih banyak penyelenggara negara dan kelompok masyarakat yang belum memahami dan mengerti tentang nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Sosialisasi akan terus dilakukan sehingga banyak masyarakat yang paham terhadap nilai-nilai luhur bangsa," jelasnya.
Ia menegaskan moral dan karakter bangsa sedang mengalami degradasi, seperti maraknya korupsi, tawuran, narkoba, seks bebas, dan lainnya.
"Diharapkan melalui pengamalan nilai-nilai empat pilar, maka diharapkan dapat mengukuhkan jiwa kebangsaan, nasionalisme, dan patriotisme generasi muda untuk semakin mencintai dan berkehendak membangun negeri," tegas Lukman.
Selain itu, dirinya mengaku jika MPR, mempunyai tugas untuk menyosialisasikan empat pilar. Sosialisasi yang dilakukan berbeda dengan sosialisasi pada masa lalu yang lebih terkesan indoktrinisasi. Saat ini sosialisasi dilakukan dengan interaktif, yakni ada waktu untuk tanya jawab.
Sumber : ANTARA
Editor : Robert Adhi Ksp
Minggu, 10 Maret 2013 | 20:00 WIB
- Written by: Redaktur
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Lukman Hakim Saifuddin mengatakan pihaknya sangat menyesalkan tindakan brutal oknum NI yang merusak kantor Polres di OKU Sumsel.
"Apapun latar belakang dan alasan pemicunya, tindakan penyerangan dan pembakaran tersebut sungguh merupakan pelanggaran hukum berat," kata Lukman kepada Tribunnews.com, Jumat (8/3/2013).
Wakil Ketua Umum PPP ini mengatakan ada tiga hal yang secepatnya harus dilakukan Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono.
Pertama, menurut Lukman, dengan meinta maaf ke masyarakat luas atas tindakan pelanggaran hukum yang dilakukan anggota TNI.
"Kedua dengan memberi sanksi tegas, selambat-lambatnya tiga hari, kepada anggota TNI yang melanggar hukum tersebut," kata Lukman.
Kemudian langkah ketiga, menurut Lukman, Panglima TNI bersama Kapolri menyatakan dan memerintahkan kepada segenap jajaran TNI dan Polri utk mampu mengendalikan diri untukk tidak terulang kejadian di Oku tersebut dan akan memberi sanksi seberat-beratnya bagi yang melanggarnya.
"Tiga hal di atas itu penting untuk secepatnya dilakukan petinggi TNI dan Polri sebagai bukti keseriusan Panglima TNI dan Kapolri dalam atasi masalah ini," kata Lukman.
Selain itu, Lukman mengatakan langkah diatas dimaksudkan agar luka perasaan masyarakat luas bisa terobati, dan mampu mengembalikan kepercayaan publik. (aco)
Penulis: Hasanudin Aco | Editor: Gusti Sawabi
Tribunnews.com - Jumat, 8 Maret 2013 08:48 WIB
