Lukman Hakim Saifuddin
  • Home
  • Figure
  • News
  • Opinion
  • Election
  • Teladan
  • Buku

Wakil Ketua MPR Berharap tak Ada Soal UN Bocor

Written by: Redaktur

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Lukman Hakim Saifuddin mengharapkan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) untuk siswa SMA/SMK sederajat yang akan dimulai besok, 16 hingga 19 April 2012, berjalan lancar sesuai harapan.

Dengan demikian, masalah yang kerap terjadi dalam pelaksanaan UN seperti kebocoran-kebocoran soal Ujian Nasional (UN), praktek joki, atau praktek manipulatif lain yang amat tidak terpuji tidak terjadi lagi.

"Itu harapan kita semua. UN berjalan dengan menegakkan kejujuran," kata Lukman ketika dikonfirmasi Tribunnews.com, Minggu (15/4/2012).

Oleh karena itu Anggota DPR dari Fraksi PPP ini menegaskan perlunya pengawasan atas pelaksanaan UN harus lebih diperketat lagi. "Pelaksanaan UN harus benar-benar mampu menjamin pencapaian tujuan dari diselenggarakan UN itu sendiri," kata Lukman. (Aco)

Tribunnews.com - Minggu, 15 April 2012 09:46 WIB

MPR Siapkan Hadiah Istimewa Untuk Siswa Cerdas

Written by: Redaktur

Mataram, 8/4 (ANTARA) - Majelis Permusyawaratan Rakyat tengah menyiapkan hadiah istimewa untuk kelompok siswa cerdas yang menjuarai perlombaan cerdas cermat empat pilar pembangunan berbangsa dan bernegara tingkat nasional, yang akan jadwalkan September 2012, di Jakarta.

"Hadiah itu sedang kami pikirkan, dan akan diberikan kepada kelompok siswa yang menjuarai cerdas cermat tingkat nasional itu," kata Wakil Ketua MPR Lukman Hakim Saifuddin, usai menghadiri babak final lomba cerdas cermat empat pilar pembangunan berbangsa dan bernegara tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) di Mataram, Minggu petang.

Dalam perlombaan cerdas cermat tingkat Provinsi NTB itu, SMA Negeri 1 Kota Bima, keluar sebagai pemenangnya dan akan mewakili Provinsi NTB dalam perlombaan tingkat nasional, September mendatang.
Kelompok peserta cerdas cermat SMA Negeri 1 Kota Bima yang berjumlah 10 orang itu meraih total nilai 140, menyingkirkan dua finalis lainnya yakni SMA Negeri 1 Sumbawa Besar (Lombok) yang meraih nilai 70, dan SMA Negeri 1 Praya (Lombok) yang meraih nilai 55.
Sebanyak 10 orang siswa-siswi SMA Negeri I Kota Bima itu, akan bersaing dengan 32 sekolah lainnya yang mewakili provinsi lainnya di Indonesia.
Cerdas cermat itu menghadirkan tiga juri, selain Agun, anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dari Partai Golkar yang juga Ketua Tim Sosialisasi Empat Pilar Pembangunan Bangsa dan Bernegara (Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhineka Tunggal Ika) 2012, juga Sigit Susiantomo, anggota MPR dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Rismawati, dosen FKIP Universitas Mataram (Unram).
Wakil Ketua MPR Lukman Hakim Saifuddin, juga ikut memberikan pertanyaan tematik pada cerdas cermat itu. Sekretaris Daerah (Sekda) NTB H M Nur yang mewakili Gubernur NTB juga memberikan pertanyaan.
Lukman mengatakan, seluruh utusan provinsi untuk perlombaan cerdas cermat tingkat nasional akan diajak mengunjungi tempat-tempat bersejarah di Pulau Jawa, selain dididik lebih lanjut untuk lebih memahami empat pilar pembangunan berbangsa dan bernegara (Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhineka Tunggal Ika).
"Jadi, selain mengikuti program penyegaran nasional, mereka juga akan diajak ke kota-kota wisata, sebagai bentuk penghargaan kepada mereka yang telah mengikuti perlombaan di tingkat kabupaten/kota hingga provinsi dan nasional," ujarnya.
Salah satu kota wisata di Pulau Jawa, yang diagendakan untuk dikunjungi peserta cerdas cermat tingkat nasional itu yakni Daerah Istimewa Yogyakarta.
Khusus untuk pemenang lomba tingkat nasional, menurut Lukman, sedang dipikirkan bentuk penghargaannya.
"Sedang kita pikirkan, bisa juga dalam bentuk bantuan yang lebih berarti. Yang jelas penghargaan itu ada dan patut diberikan," ujarnya. (*)

Antaramataram.com, Minggu, 08 April 2012 19:56 - Laporan anwar maga

Jangan Politisir Pilkada Jakarta dengan Isu SARA

Written by: Redaktur

JAKARTA - Wakil Ketua MPR Lukman Hakim Saifuddin meminta para calon Gubernur DKI Jakarta tidak menggunakan isu-isu etnis untuk meraih dukungan suara dari warga Jakarta. Sebab, isu etnis bakal adalah sikap antidemokrasi dan kontraproduktif.

"Isu-isu etnis jangan digunakan untuk meraih dukungan suara dalam Pemilukada di DKI Jakarta karena issu tersebut selain berpotensi memecah-belah warga juga sangat kontraproduktif dengan demokrasi dan heterogennya penduduk Jakarta," ujar Lukman Hakim Saifuddin di sela-sela pembukaan Training of Trainer 4 Pilar Berbangsa bagi Muslimat NU, di hotel Santika Jakarta, Kamis malam (5/4).

Menurut politisi PPP itu, Jakarta sebagai ibukota negara merupakan miniatur Indonesia dihuni oleh warga masyarakat yang relatif baik tingkat pendidikannya. Lukman pun yakin pilihan pemilih tidak akan berdasar pada etnis tapi lebih kepada pemahaman objektif atas gagasan-gagasan riil dan track record para calon.

Dengan begitu, lanjutnya, para calon harus mengedepankan kapabilitas dan kapasitas masing-masing serta berbagai program yang secara akal sehat bisa direalisasikan. Selain itu, Lukman juga mengingatkan aparat Badan Pengawas Pemilukada DKI Jakarta sedini mungkin memberikan rambu-rambu terhadap kontestan dan pendukungnya agar menjauhi isu-isu etnis dalam berkampanye.

"Bawasda berkewajiban mengantisipasi agar isu etnis tidak diseret-seret dalam pesta demokrasi. Caranya bikin rambu-rambu yang jelas berikut dengan sanksinya," tegas Lukman.(fas/jpnn)

Jum'at, 06 April 2012 , 17:41:00

Page 173 of 185

  • 168
  • 169
  • 170
  • 171
  • 172
  • 173
  • 174
  • 175
  • 176
  • 177

Toko Buku

flyer buku cet ke 15

Pesan Langsung di Sini. Tersedia di Tokopedia, Bukalapak, dan Shopee.